Pemimpin Sukses dan Olahraga

Source : http://leadershipqb.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8313:pemimpin-sukses-dan-olahraga&catid=39%:betti-content&Itemid=30

 

Integrity is just a ticket to the game. If you don’t have it in your bones, you shouldn’t be allowed on the field.” — Jack Welch

Olahraga ternyata berperan dalam membentuk sikap pemimpin. Salah satu kisah yang menarik mengenai hal ini adalah pengalaman mantan CEO General Electric (GE), Jack Welch.

Jack Welch memimpin GE selama 20 tahun, sejak 1981—2001. Sewaktu muda, ia adalah pemain hoki es. Di biografinya, Jack mengaku terinspirasi olahraga dalam memimpin. Suatu kali, timnya kalah dalam pertandingan. Jack merasa kesal dan melempar perlengkapan hokinya. Ibunya melihat itu, lalu menghampiri Jack di ruang ganti pemain.

“If you don’t know how to lose, you’ll never know how to win. If you don’t know this, you shouldn’t be playing,” ucap sang ibu, marah. Itu adalah salah satu pengalaman paling berkesan yang Jack dapatkan dari olahraga. Diakuinya, banyak pelajaran berharga dia dapatkan dari lapangan olahraga, dan pengalaman-pengalaman itu akan terus dibawanya dalam berkarir.

Jack Welch membagi banyak ilmu dan tips kepemimpinan dalam buku-bukunya. Salah satu bukunya yang terkenal berjudul Winning. Di buku itu, ia menuliskan 8 aturan kepemimpinan yang menurutnya selalu berhasil, yaitu:

  • Tingkatkan kemampuan tim tanpa ampun. Dalam setiap pertemuan dengan tim, lakukan evaluasi, berikan coaching, dan bangun kepercayaan diri mereka.
  • Tanamkan visi.
  • Sebarkan energi dan optimisme kepada tim.
  • Bangunlah trust (kepercayaan) dalam tim. Bersikaplah jujur dan transparan, dan jangan ragu memberikan pujian kepada anak buah yang berprestasi.
  • Buatlah keputusan yang tidak populer.
  • Gali potensi anak buah dan dorong mereka untuk berkembang. Pastikan pertanyaan Anda dijawab dengan tindakan.
  • Kobarkan semangat dalam tim untuk berani mengambil risiko dan belajar dari pengalaman.
  • Rayakan keberhasilan.

Peranan olahraga dalam membentuk sikap pemimpin ternyata tidak hanya berlaku pada Jack Welch. Jeff Immelt, pengganti Jack di GE, ternyata pemain football saat kuliah di Dartmouth College. Contoh lain adalah Meg Whitman. Mantan CEO eBay itu tergabung dalam tim squash ketika kuliah di Princeton University.

Tahukah Anda, Betsy Bernard, CEO consumer business AT&T, juga bermain ski sejak ia berusia 5 tahun? Pelajaran itu membuatnya berani mengambil tantangan baru. Selain itu, Sue Wellington, Presiden Divisi Gatorade dari Quaker Oats, adalah seorang atlet renang. Menurut Sue, olahraga dan bisnis memiliki persamaan. Tujuan keduanya sama-sama untuk MENANG.

Bukti lain yang menunjukkan hubungan antara kesuksesan dalam memimpin dengan olahraga dapat dilihat dari hasil studi yang dilakukan oleh lembaga Oppenheimer. Menurut studi tersebut, 82% eksekutif wanita pernah aktif berolahraga. Diduga, para perempuan eksekutif telah menunjukkan bakat kompetitif mereka sejak sangat muda karena aktif dalam olahraga. Karena terbiasa berolahraga sejak kecil, para perempuan itu jadi terbiasa bersikap kompetitif dalam berkarir.

Gambar: blogspot.com

Thursday, 19 July 2012 00:49 | Written by Restituta Ajeng Arjanti

Pemimpin Sukses dan Olahraga

 
www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id www.stisitelkom.academia.edu
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com www.profesorjaket.co.id

Kepemimpinan Inspiratif Ala Marissa Mayer

Source : http://leadershipqb.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8338:kepemimpinan-inspiratif-ala-marissa-mayer&catid=39%:betti-content&Itemid=30

 

Dunia digital baru saja dikejutkan dengan berita kepindahan Marissa Mayer ke Yahoo!. Tak tanggung-tanggung, di perusahaan yang tengah disorot akibat prestasinya yang tengah menurun itu, Marissa menduduki jabatan terpenting, yakni sebagai CEO. Hal itu membuat Marissa, yang baru berusia 37 tahun, tercatat sebagai CEO termuda dalam daftar 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat.

Memang Marissa tak hanya cantik rupawan. Di Google, prestasinya pun cemerlang. Lulusan Universitas Standford ini merupakan salah satu karyawan pertama dan orang terpenting di Google. Dia pula yang telah ikut membesarkan perusahaan mesin pencari itu menjadi yang paling sukses di dunia.

Marissa bergabung dengan Google pada tahun 1999 sebagai karyawan ke-20. Dia juga merupakan insinyur wanita pertama yang masuk ke dalam perusahaan itu. Selama di Google, dia telah menduduki berbagai posisi, mulai dari pengembang, desainer, manajer produk, hingga eksekutif perusahaan.

Marissa terkenal dengan gaya kepemimpinannya yang berkualitas dan inspiratif. Carmine Gallo, penulis buku The Presentation Secret of Steve Jobs, pernah mewawancarai Marissa dalam sebuah riset untuk bukunya yang berjudul Fire Them Up. Di buku itu, Carmine membahas soal kualitas para pemimpin yang inspiratif.

Menurut Carmine, Marissa memiliki tiga ciri pemimpin yang berkualitas. Ciri pertama, Marissa memiliki passionterhadap pekerjaannya. Sebagai salah seorang pegawai awal Google, ia sebenarnya sudah dapat menikmati masa pensiun dan kaya raya. Tetapi, ia masih bertahan untuk bekerja, mengembangkan produk-produk yang ia cintai.

Asal Anda tahu, Marissa bertanggung jawab atas pengembangan banyak produk di Google. Di antaranya, Google Search, Gmail, Google News, Google Images, dan Google Maps. Sentuhan kreativitas Marissa yang menyukai tampilan sederhana tetapi menarik dan user friendly itu masih dapat kita nikmati saat ini. Produk-produk itulah warisannya di Google.

I think Google should be like a Swiss Army knife: clean, simple, the tool you want to take everywhere,” kata Marissa.

Marissa adalah pekerja keras. Ia bekerja mulai pukul 9 pagi hingga 8 malam. Setelah itu, dia akan mengambilbreak untuk berlatih di gym, sebelum kemudian kembali bekerja dan membaca email hingga pukul 11 malam. Orang biasa tentunya tidak akan memiliki energi untuk bekerja keras sebesar Marissa—kecuali jika ia benar-benar memiliki passion terhadap pekerjaannya. Sebagai pengembang produk, ia merasa kagum dan meyakini bahwa terobosan-terobosan Google dapat dan telah mengubah kehidupan umat manusia menjadi lebih baik.

 

Kualitas kepemimpinan kedua yang dimiliki oleh Marissa adalah persuasif. Dia bukan hanya seorang pembicara yang baik, tapi juga seorang pendongeng (storyteller) yang memikat. Dia lebih banyak menggunakan gambar dan cerita untuk membius para pendengarnya. Untuk presentasi selama satu jam, misalnya, Marissa hanya menggunakan 10 slide yang semuanya berisi foto.

 

Kualitas kepemimpinan ketiganya adalah kemampuannya dalam memotivasi tim. Sebagai motivator yang ulung, ia rajin mendengarkan dan menasihati para stafnya. “Employees, especially young people, want to feel as though their work has meaning,” ucapnya. Dia tahu bagaimana menghargai pendapat dan hasil kerja timnya.

 

Di Google, setiap hari selama 90 menit, mulai pukul 4 sore, Marissa menyediakan waktunya untuk mendengarkan dan berdiskusi dengan stafnya secara personal. Dalam sesi tersebut, setiap staf secara perorangan, dapat memberikan kritik ataupun mengemukakan ide-idenya. Meskipun waktu yang diberikan oleh Marissa untuk bertemu dengan stafnya itu biasanya hanya beberapa menit saja, namun hal itu dapat membuat mereka merasa dihargai dan didengarkan pendapatnya.

 

Ya, itu adalah 3 kualitas dan praktik kepemimpinan yang inspiratif dari Marissa Mayer, yang dapat ditiru oleh para pemimpin lain.

 

Gambar: http://www.topnews.in

Friday, 20 July 2012 11:07 | Written by Restituta Ajeng Arjanti

 

Kepemimpinan Inspiratif Ala Marissa Mayer

 
www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id www.stisitelkom.academia.edu
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com www.profesorjaket.co.id

Orang Narsis, Bisakah Jadi Pemimpin?

Source : http://leadershipqb.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8428:orang-narsis-bisakah-jadi-pemimpin&catid=39%:betti-content&Itemid=30

 

Friday, 27 July 2012 17:44 | Written by Restituta Ajeng Arjanti

Tingkat kepercayaan diri diyakini bisa mempengaruhi kesuksesan seseorang di dunia kerja. Mereka yang berpotensi untuk menjadi pemimpin adalah yang berkinerja tinggi serta memiliki inisiatif dan rasa pede(percaya diri). Tetapi, bagaimana jika rasa pede itu berlebihan?

 

Dalam blog Harvard Business Review, Justin Menkes, penulis buku Better Under Pressure: How Great Leaders Bring Out the Best in Themselves and Others,memaparkan tentang siapa orang yang paling layak menjadi CEO di antara para top performers di organisasi.

 

Menurut Justin, CEO terbaik adalah orang yang paling tidak narsis di antara para top performers. Alasannya, para narsisis umumnya mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan jangka panjang. Mereka terlalu sibuk berusaha mendapatkan pengakuan. Memang, mereka ahli dalam menciptakan relasi baru, tetapi mereka kurang mampu membangun dan mempertahankannya. Karena itu, menurut Justin, para top performers yang hobi menonjolkan diri dapat dicoret dari daftar calon CEO.

 

Salah satu kriteria yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah kemampuannya untuk menerima pencapaian dan kesuksesan orang lain. Dan, orang narsis cenderung kesulitan melakukan hal tersebut.

 

Sebenarnya, perusahaan dapat saja mengangkat CEO dengan bakat narsis. Tetapi, jika hal itu ingin dilakukan, si narsis perlu diberikan bimbingan untuk dapat menerima kehebatan orang lain.

 

Pada dasarnya, sifat narsis dan hobi mempromosikan diri memang manjur untuk melakukan lompatan-lompatan di awal karir. Namun, menurut Justin, jika seseorang telah mencapai posisi tinggi dalam organisasi, sifat narsis justru akan merugikan dia.

 

Dalam bukunya, Justin menyarankan perusahaan untuk mengenali para karyawan muda yang berprestasi namun narsis. Bimbing mereka agar menjadi rendah hati. “Pupuk” mereka agar bisa menjadi pemimpin masa depan di perusahaan.

 

Pendapat lain tentang hubungan kemampuan memimpin dengan sifat narsis atau pede terlalu tinggi juga dilontarkan oleh Thomas Chamorro-Premuzic, profesor ahli psikologi bisnis dari New York University.

 

Dalam tulisannya yang juga dimuat dalam blog Harvard Business Review, sang profesor menegaskan bahwa rasa pede bisa menunjang kesuksesan karir seseorang hanyalah sebuah mitos. Ia menilai sifat kurang pede justru bisa membuat seseorang menjadi sukses. Pendapat itu dia simpulkan dari riset yang telah dia lakukan bertahun-tahun. Punya sifat rendah diri memang tidak baik, namun punya pede tinggi pun tidak akan memuluskan jalan karir seseorang.

 

Menurut Thomas, orang yang kurang pede justru mampu menentukan tujuan yang lebih realistis dan dapat dicapai. Ada 3 alasan yang mendukung orang-orang ini untuk sukses, yakni:

  1. Mereka cenderung mau mendengarkan orang lain, menaruh perhatian terhadap feedbacknegatif, serta bersikap kritis terhadap diri mereka sendiri.
  2. Orang-orang yang kurang pede mampu memotivasi orang lain untuk bekerja lebih keras dan melakukan lebih banyak persiapan.
  3. Orang yang kurang pede juga tidak mudah berubah menjadi orang yang arogan. Menurut riset lembaga survei Gallup, tulis Thomas, lebih dari 60% karyawan tidak suka atau bahkan membenci pekerjaan mereka. Dan, alasannya yang paling umum adalah karena mereka memiliki bos yang narsis.

 

Kesimpulannya, sifat pede bukanlah modal utama untuk sukses menjadi pemimpin. Sebaliknya, orang-orang yang kurang pede masih punya kesempatan untuk meniti karir menuju posisi puncak.

 

Sumber gambar: www.ronaldkennedy.com

 

 

Orang Narsis, Bisakah Jadi Pemimpin?

 
www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id www.stisitelkom.academia.edu
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com www.profesorjaket.co.id

Gita Wirjawan, Menggesitkan Birokrasi

Source : http://leadershipqb.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8511:gita-wirjawan-menggesitkan-birokrasi&catid=39%:betti-content&Itemid=30

 

Lembaga pemerintahan akrab dengan birokrasi. Padahal, birokrasi identik dengan proses yang lamban, berbelit, dan tidak kreatif. Namun, belakangan ini muncul harapan baru bagi masyarakat Indonesia. Beberapa pemimpin baru masuk ke lingkungan pemerintahan dan mulai melakukan perubahan—melakukan transformasi birokrasi di lembaga pemerintahan menjadi lebih efisien dan inovatif. Salah satunya adalah Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan.

 

Dalam QB Leadership Series yang akan diadakan pada Rabu, 8 Agustus 2012, Gita Wirjawan akan hadir membagikan pengalamannya dalam menggesitkan birokrasi.

 

Gita Wirjawan lahir dengan nama lengkap Gita Irawan Wirjawan di Jakarta, pada 21 September 1965. Ayahnya, Wirjawan Djojosoegito, adalah seorang diplomat.

 

Gita yang hobi main golf dan bermusik mengambil kuliah administrasi bisnis di University of Texas, Amerika Serikat (AS), pada tahun 1992. Lulus S-1, ia bekerja sebagai bankir di Citibank.

 

Pada tahun 1999, Gita melanjutkan S-2 administrasi publik di Kennedy School of Government, Harvard University, AS. Ia lulus pada tahun 2000, kemudian bekerja di Goldman Sachs Singapura.

 

Pada tahun 2005, Gita pindah ke ST Telekomunikasi, Singapura. Setahun kemudian, ia berpindah kerja ke JP Morgan Indonesia dan menjabat sebagai Direktur Utama.

 

Saat bekerja di JP Morgan, Gita sudah memprediksi akan terjadinya resesi ekonomi di AS yang bisa berdampak luas ke seluruh dunia. Karena itu, ia mulai bersiap mendirikan perusahaan investasi sendiri dan mengumpulkan dana untuk membeli saham-saham perusahaan yang diperkirakan akan jatuh akibat krisis global.

 

Pada 2008, Gita mundur dari JP Morgan dan mendirikan sebuah perusahaan investasi, yakni Ancora Capital. Mengandalkan koneksinya yang kuat, yang dia bangun sejak kuliah di Harvard, Gita bisa dengan mudah mengumpulkan investor.

 

Pada tahun 2009—2011, Gita menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM). Sebagai Kepala BKPM, ia mampu meyakinkan para investor asing untuk menanamkan modal mereka di Indonesia, dan berhasil meningkatkan realisasi investasi.

 

Gita bekerja dengan cepat. Ia juga membenahi keluhan-keluhan terhadap iklim investasi di Indonesia. Ia gencar berpromosi hingga ke luar negeri dan berhasil mengubah persepsi investor. Anda pernah melihat iklan-iklan ajakan berinvestasi di Indonesia yang tumbuh pesat, aman, dan stabil, di stasiun-stasiun TV berbayar? Itu adalah salah satu kebijakan Gita.

 

Di masa kepemimpinan Gita, website BKPM semakin ramah bagi user, investor, maupun para profesional. Terasa bahwa website itu bertujuan untuk menarik investor. Di BKPM, Gita juga menerapkan sistem one-stop-shop bagi para investor. Dia memangkas birokrasi untuk memudahkan investor.

 

Berkat track record yang baik, dalam resuffle kabinet pada Oktober 2011, Gita ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Salah satu keputusan penting yang dia ambil sebagai Mendag adalah mengenai kebijakan impor.

 

Pengalaman Gita lebih lanjut dalam melakukan transformasi di lembaga yang dia pimpin dapat Anda simak dalam acara QB Leadership Series. Informasi selengkapnya mengenai acara ini dapat Anda lihat di http://bit.ly/PH1w5A.

 

 

Foto: rattan-amkri.com

Thursday, 02 August 2012 23:43 | Written by Restituta Ajeng Arjanti

 

Gita Wirjawan, Menggesitkan Birokrasi

 
www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id www.stisitelkom.academia.edu
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com www.profesorjaket.co.id

Pemimpin Diperhatikan dan Memberikan Contoh

Source : http://leadershipqb.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8987:pemimpin-diperhatikan-dan-memberikan-contoh&catid=39%:betti-content&Itemid=30

 

Example is not the main thing in influencing others, it is the only thing.” — Albert Schweitzer

 

Sifat kepemimpinan merupakan bakat dan bawaan seseorang sejak lahir. Tetapi dalam organisasi, kepemimpinan kerap dipandang secara struktural, sesuai dengan jenjang jabatan seseorang. Karena itu, seorang manajer pun, meskipun belum tentu memiliki bakat memimpin, harus bersikap layaknya seorang pemimpin yang baik agar dihormati. Mereka tak boleh lupa bahwa pemimpin memberikan contoh, dan gerak-geriknya diperhatikan oleh anak buahnya.

 

Dalam blog Harvard Business Review, Deborah Mills-Scofield, pemodal ventura serta konsultan strategi dan inovasi asal Amerika Serikat, menulis sebuah artikel menarik tentang kepemimpinan. Dia memaparkan empat pelajaran yang dia terima dari atasan-atasan terbaik yang pernah bekerja sama dengannya. Pelajaran-pelajaran itu adalah:

 

  • Pemimpin yang baik mendukung orang-orang berbakat yang ada dalam timnya.

    Ketika Anda menemukan talenta dalam diri anak buah, lakukan hal-hal untuk mendukung dan menyemangati mereka. Beri dia kesempatan untuk sukses dan bantu dia ketika gagal. Pemimpin yang baik berani mengambil risiko secara personal demi mengembangkan pribadi yang potensial.

  • Pemimpin yang baik menuntun anak buahnya mencapai passion-nya.

    Perhatikan anak buah Anda dan kenali passion-nya. Pastikan passion itu sejalan dengan tujuan organisasi. Beri dia tantangan dan kesempatan untuk berkarya. Berikan mereka pujian jika sukses, dan berikan nasihat jika ia gagal. Ketika anak buah gagal, pemimpin tidak takut untuk mengambil alih tanggung jawab.

  • Pemimpin yang baik selalu ingat bahwa anak buahnya adalah manusia, yang harus diperlakukan dengan baik.

    Banyak perusahaan memperlakukan karyawannya dengan baik. Misalnya dengan memberikan gaji dan tunjangan sesuai dengan haknya. Tetapi, terkadang mereka lupa memperlakukan karyawannya sebagai manusia. Berikan waktu bagi karyawan Anda untuk berlibur dan menghabiskan hak cutinya. Mereka membutuhkan refreshing. Selama mereka sedang berlibur, jangan ganggu mereka dengan urusan pekerjaan.

  • Pemimpin yang baik memberi kepercayaan kepada anak buah.

    Kepercayaan akan melahirkan tanggung jawab dan kerelaan dalam diri anak buah untuk belajar dan menyelesaikan pekerjaannya sebaik mungkin. Kepercayaan ini dapat melahirkan kredibilitas dan akuntabilitas dalam diri anak buah.

 

Deborah beruntung karena dia bisa mendapatkan pelajaran-pelajaran itu secara langsung dari orang-orang yang pernah menjadi atasannya. Bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda pelajari dari atasan Anda, atau sebagai atasan, pelajaran apa yang ingin Anda sampaikan kepada anak buah?

Gambar: brainfoodextra.com

Sunday, 16 September 2012 23:24 | Written by Restituta Ajeng Arjanti

 

Pemimpin Diperhatikan dan Memberikan Contoh

 
www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id www.stisitelkom.academia.edu
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com www.profesorjaket.co.id