Sumber : http://sundara-os.blogspot.com

Sundara OS ini sebenarnya adalah distro remasteran yang mengambil induk Ubuntu. Kenapa Ubuntu, bukan Debian, Fedora, Arch atau Slackware? Atau kenapa bukan distro buatan Indonesia saja seperti BlankOn atau IGOS Nusantara? Ya, kami mengambil keputusan ini kembali pada pertimbangan awal untuk memberikan kenyamanan pada batas tertinggi yang bisa dipersembahkan. Ubuntu, sebagai distro yang memiliki pengaruh besar dalam memperkenalkan GNU/Linux pada dunia desktop kini diakui ataupun tidak sudah menjadi distro de facto yang menjadi standar tidak tertulis GNU/Linux. Jika kita bicara GNU/Linux, tidak bisa tidak untuk langsung membayangkan atau merujuk pada distro sejuta umat ini. Kepopulerannya (di luar perbincangan ranking-ranking di Distrowatch) tiada tandingnya. Karena saking populernya, maka imbas baiknya komunitas dan dokumentasi resmi dan tidak resminya sangat melimpah, sehingga menjadi nilai tambah bagi pengguna awam, bahkan sangat awam untuk mencoba menggunakan GNU/Linux. Tanpa mengurangi rasa hormat dan tanpa meremehkan pengembangan distro-distro GNU/Linux apapun selain Ubuntu, kiranya ini merupakan keputusan yang tepat untuk langkah yang lebih besar.
Jika ada yang bertanya, dari mana asal kataSundara OS’? Apakah terkait orang Sunda? Hmmm, sejujurnya bukan tentang itu saja. Katasundara’ berasal dari Bahasa Sansekerta dan sudah diserap oleh Bahasa Sunda yang memiliki makna ‘tampan’. Nilai-nilai ke’tampan’an bukan berarti orientasi kita hanya melulu penampilan saja, melainkan lebih dari itu, kami memiliki keinginan menghadirkan perangkat lunak yang bebas dan merdeka dengan sajian yang lebih tampan, elegan, dan profesional. Kemudian ‘OS’, mudah ditebak, merupakan singkatan dari ‘Operating System‘ menandakan produk kami memang berbentuk sistem operasi. Apabila dua kata ini digabung menjadi “SundaraOS”, maka dapat memunculkan frasa baru yaitu ‘Sunda Raos’ yang bermakna “Sunda” yang “enak”, yakni komitmen kami untuk tetap menghadirkan konteksual kearifan lokal nusantara.
Kemudian untuk penomoran versi, kami menggunakan sistem penomoran yang mirip dengan Ubuntu, hanya saja kami menyandarkan penanggalan pada kalender Hijriyyah, yaitu kalender berbasis gerakan bulan yang digunakan oleh Umat Islam. Setidaknya, penomoran versi ini memiliki dua bilah penomoran yang dipisahkan oleh titik:

Bilah pertama menunjukkan bulan rilis kemudian bilah kedua menunjukkan tahun rilis. Kemudian jika ada bilah yang ketiga maka itu menunjukkan versi pembaruan minor upgrade, misalnya

Sundara OS 1.33 menunjukkan versi ini rilis pada bulan Muharram (1) pada tahun 1433 H (33).

Kelebihan Utama
  • Stabil dan Super Cepat dan Gegas
    Sundara OS merupakan sistem operasi berbasiskan GNU/Linux, sangat stabil dan gegas. Selamat tinggal blue death of screen. Berinternet ria pun tidak pernah secepat sebelumnya.