Jangan stres, bekali diri dengan sejumlah amunisi kalau bekerja dengan atasan pasif agresif.

KOMPAS.com – Setelah mengenali ciri-ciri atasan pasif agresif, saatnya bagi bawahan untuk mengendalikan situasi agar suasana kerja tetap kondusif. Bagaimana pun Anda, sebagai bawahan, tak bisa mengubah atasan, namun setidaknya Anda bisa beradaptasi dan memiliki strategi agar bisa bekerja maksimal. Berikut beberapa amunisi yang bisa dipakai untuk mengatasi bos pasif agresif:

* Jaga integritas 

Menurut effectiveness coach, Laura Rose, antara bos bullydan bos pasif agresif punya kesamaan, yaitu mereka merasa tidak aman. Untuk itu Anda harus mengkomunikasikan secara efektif usulan Anda dengan fokus pada win win solution. Jaga terus integritas Anda, maka penilaian jelek siapa pun (termasuk atasan Anda) yang didorong atas rasa tidak aman dalam dirinya tidak banyak pengaruhnya bagi penilaian Anda.

* Tunjukkan kontribusi. 
Roy Cohen, career coach penulis buku The Wall Street Profesional’s Survival Guide, menyarankan: “Jangan bersikap melawan atau menjatuhkan bos seperti ini di depan umum. Juga jangan membicarakan kejelekannya di belakang”.

Pertentangan yang terlihat antara Anda dan bos justru akan memojokkan Anda. Untuk memperlihatkan diri, mintalah proyek khusus, sambil Anda menjalin hubungan baik dengan pemegang posisi kunci di perusahaan atau atasan di atas bos Anda.

Agar bos ini tidak melarikan diri dari tanggung jawab proyeknya bersama Anda, maka susunlah jadwal pertemuan secara reguler. Ingatkan dia untuk pertemuan ini dan buat agenda pertemuan singkat dan padat, sehingga tidak memancing sikap agresif dirinya.

Buat laporan rapat yang ringkas dan jelas. Beri tanda bagian-bagian yang penting, sehingga mau tak mau atasan Anda memberi perhatian. Buat pertemuan dan presentasi visual menarik, interaktif, dan hidup. Jika Anda dapat membuat karyanya lebih menyenangkan, ia akan merespon cepat.

* Siapkan bukti kinerja.
Kevin Kruse, penulis buku We: How to Increase Performance and Profits Through Full Engagement Offers, menyarankan agar Anda sedikit berlaku sebagai pendidik bagi bos.

“Jika atasan memberikan komentar negatif terhadap rekan Anda, sementara ia tak ada di ruangan, berikan komentar singkat dengan wajah polos, “Pak, apakah Anda sudah mengatakan hal tersebut kepadanya?”

Carilah waktu yang nyaman untuk membicarakan performa Anda di mata atasan. Mintalah umpan balik darinya. Sikap asertif ini bisa membuka matanya atas diri Anda dan mungkin juga tentang perlakuannya terhadap Anda.

Buatlah catatan pekerjaan yang sudah Anda lakukan berikut kemajuannya, bila ada komentar positif maupun penghargaan perlu di catat pula. Ini penting sekali untuk pembuktian kinerja Anda.

Memang butuh energi lebih besar dan segudang kesabaran menghadapinya. Nah, jika energi dan kesabaran sudah menipis, sementara ia tak berubah, maka saran Kathi Elster, executive coach dan co-author dari buku Working with You Is Killing Me, agaknya perlu Anda perhatikan.

Ia menyarankan, “Bos pasif agresif itu tidak akan pernah berubah sepenuhnya. Untuk beberapa waktu, mungkin, Anda bisa mengendalikan situasi menghadapi sifatnya. Tapi yang terbaik, carilah jalan untuk keluar dari cengkeramannya”.

Editor :
wawa

Amunisi Bekerja dengan Atasan Pasif Agresif