Jilbab Bagi Wanita Beragama Islam adalah bukan warisan budaya arab tetapi keharusan yang tercatat dalam Al-Quran

KOMENTAR: “kamu ngapain berhijab panjang gitu? mau jadi ustadzah?”
TANGGAPAN: berhijab syar’i bukan cuma ustadzah kali.. semua Muslimah juga diperintah

KOMENTAR: “kamu mau jadi teroris pake hijab panjang kayak gitu?”
TANGGAPAN: kerudung melabuh ke dada dan jilbab lebar itu perintah Allah dear

KOMENTAR: “hijab biasa aja kali, nggak usah ekstrim, berlebihan ah”
TANGGAPAN: lho, jadi sekarang kamu merasa lebih tau tentanghijab syar’i yang benar’?

KOMENTAR: “iya, hijab panjang kayak kamu itu nggak menarik
TANGGAPAN: tujuan hijab memang membuatmu nggak diperhatikan, bukan malah menarik perhatian

KOMENTAR: “berhijab syar’i kayak kamu itu bikin ribet”
TANGGAPAN: justru simpel, nggak banyak jarum, peniti, bahan, belitan, asesoris, temali, kawat

KOMENTAR: “tapi ya sesuaikan dengan zaman lah”
TANGGAPAN: menyesuaikan zaman atau mode maksudnya? hijab itu ibadah, menyesuaikan Allah harusnya

KOMENTAR: “percuma aja hijab syar’i kalo kelakuan masih jelek”
TANGGAPAN: hijab syar’i itu doa, agar Allah juga membenahi akhlak, hargai usaha dear

KOMENTAR: “aku baru mau berhijab syar’i kalo udah siap”
TANGGAPAN: bersiap itu artinya melakukan bukan menanti, berusaha bukan berdiam

KOMENTAR: “kantor mana yang mau terima hijab syar’i begitu?”
TANGGAPAN: rezeki itu milik Allah, yang taat pasti dibantu, daripada dapet tapi nggak berkah?

KOMENTAR: “cowok mana yang mau nikahi yang berhijab syar’i?”
TANGGAPAN: yang jelas bukan cowok-cowok yang kamu kenal, tapi mereka yang mengenal Allah, mau

KOMENTAR: “aku bakal dijauhi temen-temen kalo berhijab syar’i begitu”
TANGGAPAN: Allah akan ganti dengan temen-temen yang lebih baik, yang mendukung yang baik

KOMENTAR: “hijab syar’i bikin aku terbatas geraknya”
TANGGAPAN: memang hal baik itu mengajak kita pada yang baik dan menjauhi yang buruk

KOMENTAR: “hijab syar’i itu nggak gaul”
TANGGAPAN: memang kita bukan untuk digauli, tapi dihormati dan dimuliakan, sebagaimana perintah Allah

KOMENTAR: “nggak, aku nggak bisa berhijab syar’i”
TANGGAPAN: nggak bisa beda dengan nggak mau, Allah wajibkan pasti kita bisa kalau kita mau

KOMENTAR: “hijab syar’i itu gimana sih?”
TANGGAPAN: simpel, gamis lebar tak transparan, dipadu kerudung panjang menutupi dada, dan kelakuan tidak berlebihan

KOMENTAR: “maksudnya gamis lebar?”
TANGGAPAN: pakaian yang tak menampakkan lekuk tubuh, dan diulurkan ke seluruh tubuh, seperti gamis, liat QS 33:59

KOMENTAR: “maksudnya kerudung panjang?”
TANGGAPAN: kain yang dipakai untuk menutupi kepala, sampai menutup pada keseluruhan dada, liat QS 24:31

KOMENTAR: “maksud kelakuan tak berlebihan?”
TANGGAPAN: jangan berbuat semua hal yang bakal mengundang perhatian kepadamu, tabbaruj itu, liat QS 33:33

KOMENTAR: “misalnya tabbaruj?”
TANGGAPAN: baju yang terlalu ribet, gaya foto di-unyu-unyu-in, suara di-kiyut-kiyutin, semua yang menarik perhatian lelaki

KOMENTAR: “hehe.. sering tuh liat yang begitu”
TANGGAPAN: banyak, haus perhatian lelaki, seneng kalo fotonya dikomen lelaki dengan “subhanallah ukhti..”

KOMENTAR: “jadi nggak boleh pasang PP diri gitu?”
TANGGAPAN: bukan gitu, cari PP yang nggak undang fitnah aja, kadang tanpa sadar PP kita pilih yang caper

KOMENTAR: “oh, jadi hijab itu kelakuan juga ya?”
TANGGAPAN: bener, emang mau foto kita didownload, dinikmati cowok sedunia maya? atau jangan-jangan demen?

KOMENTAR: “wah, susah juga ya berhijab syar’i?”
TANGGAPAN: susah tapi bukan nggak mungkin, selangkah demi selangkah, sadar dan mau taat itu bagian pahala

KOMENTAR: “terus aku mulai darimana?”
TANGGAPAN: mulai dengan cari komunitas berhijab syar’i, yang paling penting ikut kajian rutin biar pemahamannya naik

KOMENTAR: “aku masih bimbang”
TANGGAPAN: mulailah melangkah, bimbang akan sirna, lakukan karena Allah insyaAllah mudah, banyak yang sudah kini giliranmu

ini Hijab Syar’i = Khimar (QS 24:31) + Jilbab (QS 33:59) – Tabarruj (QS 33:33) |

 

SUMBER: USTADZ FELIX SIAUW

Jilbab Bagi Wanita Beragama Islam adalah bukan warisan budaya arab tetapi keharusan yang tercatat dalam Al-Quran

Perempuan-perempuan Yang Berpakaian dan Berjilbab Tapi Sebetulnya Telanjang

Melalui sabdanya, Rasulullah SAW telah memberitahukan kepada kita mengenai hal ini. Rasulullah SAW bersabda:

مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
۞رواه أحمد ومسلم في الصحيح ۞

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa yang dzalim), dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jarak jauh sekali),” (HR. Muslim dan yang lain).

Dalam hadits tersebut jelas bahwa wanita-wanita yang menggunakan punuk unta pada hijabnya termasuk golongan orang-orang yang merugi di akhirat kelak. Mereka tidak akan mencium bau surga yang sebenarnya dalam jarak yang jauh sekali pun dapat tercium. Tapi, itu memang sudah ketetapan dari Allah SWT akibat kelakuan mereka sendiri. Mereka bangga dengan apa yang mereka pertontonkan. Padahal, dari perbuatan yang seperti itulah mereka telah berbuat kesalahan yang berakibat fatal bagi dirinya.

Hal tersebut telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW jauh sebelum hal itu terjadi. Tapi, Rasulullah memberitahukan kepada kita, bahwa salah satu tanda akhir zaman itu ialah adanya hijab punuk unta tersebut. Subhanallah, itulah kelebihan yang dimiliki oleh Nabi kita. Allah SWT telah memberi kabar akan adanya tanda akhir zaman itu melalui Nabi kita. Dan kini, apa yang disampaikan Nabi SAW itu benar adanya. Apakah mungkin akhir zaman itu telah mulai dekat? Wallahu ‘alam.

 

Jaman sekarang ini, aneka jenis hijab telah merajalela. Hanya saja, kebanyakan dari gaya berhijab ini, bertentangan dengan apa yang ada dalam aturan Islam. Salah satunya ialah berjilboob dan dengan mengadakan punuk unta pada hijabnya.

Hijab punuk unta yaitu menggunakan hijab tetapi ada tonjolan dibelakangnya seperti punuk unta. Tonjolan itu dapat berupa rambut yang digelung maupun sesuatu sebagai pengganti rambut agar terdapat tonjolan itu. Misalnya saja berupa bantal kecil yang sengaja dimasukkan agar memperindah bentuk.

Fenomena Jilboob sekarang ini memperlihatkan kepada kita bahwa penggunaan jilbab tidak hanya sebagai syariat wanita beragama Islam saja, namun lebih kepada fesyen dan keindahan menurut pandangan mata. Fesyen body fit sekarang ini membuat pakaian lebih memperlihatkan lekuk tubuh. Inilah yang disebut Perempuan-perempuan Yang Berpakaian dan Berjilbab Tapi Sebetulnya Telanjang. Lekuk tubuh bagi wanita adalah aurat yang haram dilihat oleh yang bukan mukhrimnya, sehingga wajib bagi seorang wanita baligh untuk menutupi lekuk tubuhnya agar tidak mudah dipandang orang lain.

Beberapa kalangan yang menyatakan dirinya sebagai Hijabers, biasanya kumpulan para wanita yang menggunakan Jilbab namun tetap gaya dengan fesyen. Kita akan melihat fenomena dimana kerudung penutup kepala mereka merupakan kumpulan beberapa kain yang dirancang sedemikian rupa, sehingga kadang terlihat menggumpal diatas (seperti kepala yang memiliki tumor otak kemudian ditutupi kain), sebagian lagi terlihat seperti rambut, bahkan ada yang dibentuk bagaikan seperti rangkaian bunga. Diluar penutup kepala, kita juga akan melihat beberapa pakaiannya yang terkadang body fit sesuai lekuk tubuh, sebagian yang lain memiliki sabuk atau pengikat didaerah pinggang, maka kita akan mudah melihat lekukan pinggangnya. Atau ibu-ibu muda yang menggunnakan jilbab, dengan kain yang tidak memiliki lekukan, namun bahan kainnya sangat tipis, dengan mata telanjang pun kita akan mudah melihat celana bagian dalamnya.

Untuk itu, kewajiban kita kepada sesama muslim ialah saling mengingatkan. Jadi, apabila kita melihat seseorang yang berhijab seperti itu, tidak ada salahnya apabila kita menegurnya. Karena, boleh jadi mereka tidak mengetahui ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya yang sebenarnya. Bila seseorang yang ditegur itu tidak mau mendengarkan nasihat kita, maka tidak menjadikan dosa kepada kita. Pada hakikatnya, kewajiban kita hanya mengingatkan saja, dan apabila hal itu telah dilakukan maka gugurlah kewajiban kita itu. Yang salah adalah apabila kita mendiamkan mereka tetap berada dalam kesalahannya.

Wahai Wanita Mengapa Engkau Mengorbankan Kehormatanmu untuk Mencari Perhatian Lelaki

Wahai Wanita Mengapa Engkau Mengorbankan Kehormatanmu untuk Mencari Perhatian Lelaki