Membangun Aplikasi Sistem Komputasi Awan Untuk Dokumen Kerja Staf STISI Telkom

MEMBANGUN APLIKASI SISTEM KOMPUTASI AWAN
UNTUK DOKUMEN KERJA STAF STISI TELKOM

Oleh : Ivadha Ridha Marlisa; Ketua/NIDN 0423078602 & Hilfan Soeltansyah; Anggota

ABSTRAK

Informasi merupakan hasil dari pengolahan data. Oleh karena itu data merupakan suatu hal yang penting, karena suatu aktifitas berjalan dengan adanya data sebagai eviden tertulis dari aktifitas yang sudah dilaksanakan. Di Institusi STISI Telkom, file menjadi suatu kebutuhan khususnya bagi staf yang bekerja selalu dengan menggunakan file. Suatu file yang dibuat oleh satu unit kerja tetapi dibutuhkan oleh beberapa unit terkadang menjadi kendala dalam pendistribusian data file tersebut. Dengan permasalahan tersebut dilakukan sistem sharing file antar komputer yang terhubung di dalam suatu jaringan yang berada di area institusi STISI Telkom. Sistem sharing file membantu dalam distribusi file, tetapi dari segi keamanan data file sistem ini kurang efektif, karena sering terjadi perpindahan virus dari komputer satu ke komputer lainnya dan data dapat diakses oleh semua unit sehingga privasi data tidak terjaga. Aplikasi Sistem komputasi awan untuk dokumen kerja staf STISI Telkom memberikan solusi untuk Broadcast file dalam berbagai format seperti video, audio maupun dokumen, sehingga data dapat di simpan dengan aman di database flexshare karena menggunakan ClearOS yang merupakan turunan dari Red Hat Linux yang aman dari virus dan memungkinkan untuk penyimpanan data dalam jumlah besar. Selain itu data yang disimpan dapat diakses dimanapun user terkoneksi internet, karena security terjaga menggunakan user dan password yang hanya dimiliki oleh setiap staf saja.

Kata Kunci : Data, Informasi, Broadcast file, ClearOS, Red Hat Linux, flexshare

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Abdullah, et. al. (2002). Knowledge Modelling Techniques For Developing Knowledge Management Systems. 3rd European Conference on Knowledge Management, Dublin, Ireland, ISBN:0-9540488-6-5, pp. 15-25. September 2002.
  2. Cheryl D Wright. Digital Library Technology Trends. Sun Microsystem Inc. Agustus2002.
  3. David A Wheeler (2004). Why Open Source Software / Free Software (OSS/FS)? Look at the Numbers!. http://www.dwheeler.com/oss_fs_why.html; akses Maret 2012.
  4. Dekker, et. al. (2000). An electronic archive for academic communities. http://www.library.tudelft.nl/earchive/Documenten/Resultaten/e.archive.acad.comm2.doc, akses April 2012.
  5. Dias, J., A guide to Microsoft Active Directory (AD) Design, U.S. Department of Commerce, Springfield, 2002.
  6. Bradley,Alan.1989. Optical Storage for Computers: Technology and Aplication.England: Ellis Horwood.
  7. Kisworo, Marsudi W.1999.Transparansi Materi Kuliah Publikasi dan Arsip Elektronik. Jakarta: Program Studi Ilmu Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Indonesia.
  8. Koulopoulos, Thomas M; Frappaolo, Carl. 1995. Electronic Dokument Management Systems: a Portable Consultant. New York: McGraw-Hill.
  9. McDonell, Edwin D. 1993. Document Imaging Technology. Chicago; Probus Publishing.
  10. Phiri,P.N.C.1993. “Why CD-ROM is Better Than Online Database Systems for Developing Country: a critical review of these technologies with reference to libraries in Zambia”. Libri, 43 (4), 343-353.
  11. Harms, R., & Yamartino, M. (2010) The economics of clouds, Microsoft.
  12. Pacey, A. (2000) Culture of technology, Boston: MIT Press.
  13. Zuhri, (2011) Siapkah RI mengadopsi cloud computing, Bisnis Indonesia, Kamis 22 Januari 2011.
  14. http://www.clearfoundation.com/Software/overview.html, diakses tanggal 28 Maret 2012
  15. http://id.wikipedia.org/wiki/Linux, diakses tanggal 29 Maret 2012.
  16. https://live.gnome.org/GnomeShell/Design, diakses tanggal 30 Maret 2012.

 

Book : MEMBANGUN APLIKASI SISTEM KOMPUTASI AWAN UNTUK DOKUMEN KERJA STAF STISI TELKOM

 

www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id www.stisitelkom.academia.edu
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com www.profesorjaket.co.id

Rahasia Dan Sistem Kerja Captcha

Rahasia Dan Sistem Kerja Captcha

Rahasia Dan Sistem Kerja Captcha
Baiklah dipostingan kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu mengenai captcha, Mungkin diantara kalian ada yang sudah mengatahui mengenai trick ini atau mungkin juga masih banyak yang belum mengetahuinya. Disini saya bukan akan menulis atau memposting tentang bagaimana cara merusak captcha di suatu website, disini saya hanya ingin berbagi dengan kalian mengenai Rahasia atau Trick Captcha.
Pasti diantara kalian pernah ketika ingin mendownload sebuah file dari internet, ataupun ketika ingin memberikan komentar disuatu website, dan lain-lain kalian diharuskan terlebih dahulu untuk memasukan perintah captcha dan jika kalian salah memasukan input kata, maka kalian harus mengulang dan juga memasukan kata hingga benar sesuai dengan gambar yang ada pada capctcha, dan jika salah kalian tidak bisa mendownload atau meninggalkan komentar di website tersebut, pastinya hal tersebut membuat kalian kesal kan, harus menunggu dulu selama beberapa menit, bahkan berjam-jam :D

Pengertian Captcha (Wikipedia)

CAPTCHA atau Captcha adalah suatu bentuk uji tantangan-tanggapan (challange-response test) yang digunakan dalam perkomputeran untuk memastikan bahwa jawaban tidak dihasilkan oleh suatu komputer. Proses ini biasanya melibatkan suatu komputer (server) yang meminta seorang pengguna untuk menyelesaikan suatu uji sederhana yang dapat dihasilkan dan dinilai oleh komputer tersebut. Karena komputer lain tidak dapat memecahkan CAPTCHA, pengguna manapun yang dapat memberikan jawaban yang benar akan dianggap sebagai manusia. Oleh sebab itu, uji ini kadang disebut sebagai uji Turing balik, karena dikelola oleh mesin dan ditujukan untuk manusia, kebalikan dari uji Turing standar yang biasanya dikelola oleh manusia dan ditujukan untuk suatu mesin. CAPTCHA umumnya menggunakan huruf dan angka dari citra terdistorsi yang muncul di layar.

Istilah “CAPTCHA” (berasal dari kata bahasa Inggris “capture” atau menangkap) diciptakan pada tahun 2000 oleh Luis von Ahn, Manuel Blum, Nicholas J. Hopper (semua dari Carnegie Mellon University), dan John Langford (IBM). Istilah ini adalah akronim bahasa Inggris dari “Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart” (Uji Turing Publik Terotomatisasi Penuh untuk membedakan Komputer dan Manusia). Carnegie Mellon University berupaya mematenkan istilah ini, tapi aplikasi merek dagang mereka dibatalkan pada 21 April 2008. Saat ini pencipta CAPTCHA menganjurkan penggunaan reCAPTCHA sebagai penerapan resmi

1

1

( Gambar Contoh-Contoh Captcha)

 

 

Kata yang diberi kotak berwarna merah dibawah ini adalah kata Dummy, artinya kata tersebut tidak harus diinputkan
Beberapa kata kadang berisi angka, termasuk huruf romawi, juga simbol
1
Beberapa kata Dummy lainnya biasanya menngunakan bahasa Inggris atau bahasa yang sering (lazim) digunakan:
1
Baiklah, saya kira cukup penjelasan singkat mengenai Captcha :)  Langsung saja kita mencoba dan berlatih contoh dan jenis-jenis captcha yang biasanya sering muncul
Contoh 1:
Kata Yang Hurufnya Tidak Jelas
1
Dari gambar diatas, Kata yang BENAR adalah kata yang berbayang (nuoteoc) dan juga sulit untuk dibaca, sedangkan kata yang jelas terbaca (persecuting) adalah sebuah kata dummy
Contoh 2:
Kata Yang Tidak Terbaca Sama Sekali
1
Cukup masukkan kata satunya lagi yg terbaca saja (hurprow), biasanya jumlah huruf berkisar antara 6-8
Contoh 3:
Kata Yang Didalamnya Terdapat Unsur Angka
1
Meskipun kata dari gambar diatas jelas dan dapat terbaca, tapi jika seluruh atau sebagian adalah ANGKA, maka itu adalah kata dummy. Masukkanlah kata yg sama sekali tidak ada atau tidak mengandung angkanya.
Contoh 4:
Kata yang Terdapat TANDA BACA atau SIMBOL
1
Meskipun katanya jelas terbaca, tapi jika terdapat tanda baca atau simbol (koma(,) titik dua (:)  tanda kutip (“ “), dash (-) titik  (. ) atau apapun) maka itu dummy. Masukanlah kata yang hanya memerlukan kata yg bersih tanpa tanda baca.
Contoh 5:
Kedua Kata Dapat Dibaca
1
Jika ada satu kata yang hanya terdiri dari 3 atau sampai 4 huruf saja, dan sedangkan kata lainnya jauh lebih panjang, maka bisa diambil kesimpulan kata yang lebih sedikit hurufnya itu adalahDummy
Contoh  6:
Kata Maupun Huruf Semua Terlihat Valid, Serta Jumlah Kedua Huruf Hampir Sama 

 

1
Pilihlah kata yang tidak umum (aneh atau asing didengar)
citizen  = warganegara
ureter = ??? (tidak memiliki arti)
Contoh 7:
Kata-Kata Captcha NON-CASE SENSITIVE
1
Kalian bisa memasukan kata dengan bebas artinya abaikan soal huruf besar-kecilnya.
Di contoh diatas saya sengaja menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil tak beraturan, dan dianggap benar ~ asalkan hurufnya tepat.
Contoh 8:
Toleransi Kesalahan Input Captcha
1
Max. 1 huruf yang hilang akan dianggap benar.
Pada contoh diatas saya menghilangkan huruf (t) disini kata yg valid adalah xpatent, namun disini saya sengaja memasukkan kata xpaten
Namun akan dianggap benar oleh Captcha

 

RESET BUTTON Captcha
1
Jika kalian masih ragu mana kata yang benar, kalian bisa me reset ulang kata yang baru, tekan reset buttonrecaptcha nya

 

TERTARIK BERLATIH Captcha ?Google ternyata menyediakan juga tempat untuk berlatih ReCaptcha
Coba kunjungi: http://www.google.com/recaptcha/demo/

1
Disini kalian bisa berulang-ulang mencoba dan berlatih berbagai kata Captcha.
nanti akan diberi tahu apakah kata yang kalian inputkan correct (benar) atau incorrect (salah)
1
(image by: http://knowyourmeme.com/photos/191980-computer-reaction-faces)

 

 

www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id
www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id
www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id
www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id
www.repository.stisitelkom.ac.id www.cloudbox.stisitelkom.ac.id
www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id
www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id
www.telkomuniversity.ac.id
www.kuningmas-autocare.co.id www.usnadibrata.co.id www.askaf.co.id www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com

Rahasia Dan Sistem Kerja Captcha

DEFINISI MOTIVASI KERJA

Sumber : http://url.stisitelkom.ac.id/76388

 

I. Definisi

Robbins dan Judge (2007) mendefinisikan motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan usaha untuk mencapai suatu tujuan.

 

Selanjutnya, Samsudin (2005) memberikan pengertian motivasi sebagai proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan. Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan (driving force) dimaksudkan sebagai desakan yang alami untuk memuaskan dan memperahankan kehidupan.

Mangkunegara (2005,61) menyatakan : “motivasi terbentuk dari sikap (attitude) karyawan dalam menghadapi situasi kerja di perusahaan (situation). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal”.

Berdasarkan pengertian di atas, maka motivasi merupakan respon pegawai terhadap sejumlah pernyataan mengenai keseluruhan usaha yang timbul dari dalam diri pegawai agar tumbuh dorongan untuk bekerja dan tujuan yang dikehendaki oleh pegawai tercapai.

II. Teori Motivasi

Secara garis besar, teori motivasi dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu teori motivasi dengan pendekatan isi/kepuasan (content theory), teori motivasi dengan pendekatan proses (process theory) dan teori motivasi dengan pendekatan penguat (reinforcement theory)

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara satu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Apabila pegawai kebutuhannya tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Sebaliknya, jika kebutuhannya terpenuhi amak pegawai tersebut akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puasnya.

Kebutuhan merupakan fundamen yang mendasari perilaku pegawai. Karena tidak mungkin memahami perilaku tanpa mengerti kebutuhannya.

Abraham Maslow (Mangkunegara, 2005) mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernapas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar
  2. Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan diri dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidp
  3. Kebutuhan untuk rasa memiliki (sosial), yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai
  4. Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain
  5. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill dan potensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, gagasan dan kritik terhadap sesuatu

Teori Keadilan

Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat  kerja seseorang, jadi perusahaan harus bertindak adil terhadap setiap karyawannya. Penilaian dan pengakuan mengenai perilaku karyawan harus dilakukan secara obyektif. Teori ini melihat perbandingan seseorang dengan orang lain sebagai referensi berdasarkan input dan juga hasil atau kontribusi masing-masing karyawan (Robbins, 2007).

Teori X dan Y

Douglas McGregor mengemukakan pandangan nyata mengenai manusia. Pandangan pertama pada dasarnya negative disebut teori X, dan yang kedua pada dasarnya positif disebut teori Y (Robbins, 2007).

McGregor menyimpulkan bahwa  pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.

Teori dua Faktor Herzberg

Teori ini dikemukakan oleh Frederick Herzberg dengan asumsi bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan bahwa sikap individu terhadap pekerjaan bias sangat baik menentukan keberhasilan atau kegagalan. (Robbins, 2007)

Herzberg memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari keberadaan motivator intrinsik dan bawa ketidakpuasan kerja berasal dari  ketidakberadaan faktor-faktor ekstrinsik. Faktor-faktor ekstrinsik (konteks pekerjaan) meliputi : (1) Upah, (2) Kondisi kerja, (3) Keamanan kerja, (4) Status, (5) Prosedur perusahaan, (6) Mutu penyeliaan, (7) Mutu hubungan interpersonal antar sesama rekan kerja, atasan, dan bawahan

Keberadaan kondisi-kondisi ini terhadap kepuasan karyawan tidak selalu memotivasi mereka. Tetapi ketidakberadaannya menyebabkan ketidakpuasan bagi karyawan, karena mereka perlu mempertahankan setidaknya suatu tingkat ”tidak ada kepuasan”, kondisi ekstrinsik disebut ketidakpuasan,atau faktor hygiene. Faktor Intrinsik meliputi : (1) Pencapaian prestasi, (2) Pengakuan, (3) Tanggung Jawab, (4) Kemajuan, (5) Pekerjaan itu sendiri, (6) Kemungkinan berkembang. Tidak adanya kondisi-kondisi ini bukan berarti membuktikan kondisi sangat tidak puas. Tetapi jika ada, akan membentuk motivasi yang kuat yang menghasilkan prestasi kerja yang baik. Oleh karena itu, faktor ekstrinsik tersebut disebut sebagai pemuas atau motivator.

Teori Kebutuhan McClelland

Teori kebutuhan McClelland dikemukakan oleh David McClelland dan kawan-kawannya. Teori ini berfokus pada tiga kebutuhan, yaitu (Robbins, 2007) :

a)      Kebutuhan pencapaian (need for achievement) : Dorongan untuk berprestasi dan mengungguli, mencapai standar-standar, dan berusaha keras untuk berhasil

b)      Kebutuhan akan kekuatan (need for pewer) : kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.

c)      Kebutuhan hubungan (need for affiliation) : Hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab.

III. Model Pengukuran Motivasi

Model-model pengukuran motivasi kerja telah banyak dikembangkan, diantaranya oleh McClelland (Mangkunegara, 2005:68) mengemukakan 6 (enam) karakteristik orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi, yaitu : (1) Memiliki tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi, (2) Berani mengambil dan memikul resiko, (3) Memiliki tujuan realistik, (4) Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasikan tujuan, (5) Memanfaatkan umpan balik yang konkrit dalam semua kegiatan yang dilakukan, dan (6) Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.

Edward Murray (Mangkunegara, 2005,68-67) berpendapat bahwa karakteristik orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi adalah sebagai berikut : (1) Melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, (2) Melakukan sesuatu dengan mencapai kesuksesan, (3) Menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan usaha dan keterampilan, (4) Berkeinginan menjadi orang terkenal dan menguasai bidang tertentu, (5) Melakukan hal yang sukar dengan hasil yang memuaskan, (6) Mengerjakan sesuatu yang sangat berarti, dan (7) Melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang lain.

Tulisan terkait

Prinsip Memotivasi Karyawan

Cara sederhana memotivasi bawahan

Teori Pengharapan

Motivasi dalam Pendekatan Diagnosig (teori pengharapan Vroom)

Referensi :

Anwar Prabu Mangkunegara. 2005. Evaluasi Kinerja. Bandung : Refika Aditama

Robbbins  dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, Buku 1 dan 2. Jakarta : Salemba Empat

Sadili Samsudin. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung Pustaka Setia.

 

DEFINISI MOTIVASI KERJA