Membuat Presentasi Web Base seperti tampilan Prezi menggunakan Sozi

Dikutip dari Sumber : http://santrisukorejo.wordpress.com

Bagi anda yang ingin tampil beda dalam presentasi maka lanjutkan membaca halaman ini.

Jika kita bicara soal presentasi, siapa yang tidak kenal dengan Ms. Power Point dan juga program berbayar lainnya seperti Prezi. Ya, program pengolah presentasi besutan Microsoft ini memang seolah software wajib ada di setiap komputer. Ms. Power Point yang satu paket dalam Micosoft Office memang tool yang powerful dan userfriendly. Namun, sebenarnya di luar sana masih banyak tool alternatif untuk membuat presentasi.

Mungkin bagi kita yang sudah bosan presentasi dengan Ms. Power Point karena sudah terlalu mainstream, bisa mencoba Sozi, sebuah software open source yang bisa kita gunakan untuk membuat sebuah presentasi yang out of the box. Tampilan akhir seperti kita membuat presentasi menggunakan Prezi. Sozi bekerja sebagai extention pada software pengolah vektor open source: Inkscape.

Instalasi:

Linux

  • Arch Linux dan turunannya, bisa install dari AUR
  • Ubuntu dan turunannya bisa melalui PPA
  • Debian sudah ada di repositori resmi
  • Fedora juga sudah ada di repository resmi

Nah, kalaupun repositori distro anda tidak menyediakan Sozi, anda masih bisa menginstallnya secara manual:

Sebelum menginstall Sozi, pastikan dependensi berikut ini sudah terinstall :

Jika sudah, silahkan download Sozi.zip

  • Anda bisa meng-extract isi folder Sozi ke direktori /usr/share/inkscape/extensions/ jika anda lakukan ini maka semua user dalam komputer anda dapat menggunakan Sozi.
  • Anda juga bisa meng-extract semua isi folder Sozi ke direktori ~/.config/inkscape/extensions/ ini akan menginstall Sozi hanya pada user anda saja.

Setelah itu, pastikan seluruh folder/subfolder Sozi mendapat izin execute.

Windows

Sama seperti instalasi di linux, sebelum menginstall Sozi, terlebih dahulu anda diharuskan:

  • menginstall InscapePhyton 2.7, LXML for phyton 2.7 serta PyGTK 2.24.
  • Lalu copykan folder C:Python27 ke dalam folder C:Program FilesInkscape
  • Rubah nama folder C:Program FilesInkscapepython menjadi C:Program FilesInkscapepython26
  • Rubah juga nama folder C:Program FilesInkscapePython27 menjadi C:Program FilesInkscapepython
  • Download Sozi
  • Setelah itu, silahkan ekstrak semua isinya ke direktori C:Program FilesInkscapeshareextensions

Membuat Presentasi

Video tutorial : http://www.youtube.com/watch?v=Oq-HnHVBYIY#t=10

Sozi ini bekerja di web broser, jadi untuk menjalankan presentasi, kita butuh web browser. Untuk contoh presentasi buatan saya di video diatas bisa dilihat disini : http://goo.gl/Jbnffc . Gunakan tombol arahpanah/spasi/enter/klik kanan/klik kiri/ sebagai kontrol presentasi.

Demikian infonya, tunggu info-info lain di posting berikutnya.

Membuat Windows XP Seenak GUI di Linux

Membuat Windows XP Seenak GUI di Linux | OPINI | I Made Wiryana

 

Untuk kebutuhan mendasar penggunaan komputer, saya down-load dan instalasi aplikasi untuk perkantoran dan pengolahan dokumen dan gambar, yaitu Open-

Offi ce. Aplikasi khusus menggambar, saya gunakan Dia yang mirip dengan Visio, baik interface maupun cara pengoperasiannya. Aplikasi untuk mengedit gambar saya gunakan GIMP. Aplikasi ini sudah lebih dari cukup untuk keperluan mengedit
grafi s. Aplikasi untuk mengolah dokumen seperti skripsi dan buku, saya pilih LyX. LyX membutuhkan aplikasi text processing seperti LaTeX. Untuk itu saya instal Mik-

Tex, serta aplikasi yang digunakan untuk mengonversi ber bagai format gambar, ImageMagick.

 

Aplikasi-aplikasi itu jelas harus diinstalasi satu per satu, dan kadang harus mem-boot komputer terlebih dahulu. Sering kali karena keterbatasan program pendukung di lingkungan MS Windows XP standar, perlu instalasi beberapa hal tambahan. Misal untuk aplikasi LyX, font tambahan yang menyertainya harus di-
instalasi secara manual terlebih dahulu (dibongkar dan diletakkan ke direktori semestinya). Begitu juga dengan tool pemeriksa ejaan (spelling checkcer) yang harus diinstal secara manual.

 

Artikel lengkapnya : made-membuatwindowsxpseenakgui

Diserang Hacker, Google Tak Pakai Windows

Karyawan yang ingin memakai Windows harus mendapatkan izin Chief Information Officer.

Kantor Google di San Francisco, California

Kantor Google di San Francisco, California(uyau.com)

VIVAnews – Google bersiap-siap menggantikan PC berbasis Windows di kantor-kantor mereka dan beralih ke sistem operasi Mac OS dan Linux. Langkah tersebut diputuskan setelah kantor Google di China mengalami serangan bertubi-tubi dari hacker Januari lalu.

Sejumlah karyawan Google menyebutkan bahwa perusahaan tidak lagi menyarankan mereka menggunakan Windows akibat tingginya risiko dan celah keamanan yang ada pada sistem operasi itu.

“Banyak karyawan yang sudah meninggalkan PC berbasis Windows, umumnya memilih Mac OS setelah serangan hacker-hacker China,” kata seorang karyawan, seperti dikutip dari Financial Times, 2 Juni 2010.

Awal Januari lalu, sejumlah karyawan baru masih diperkenankan memasang Windows di notebook dan perangkat mobile mereka, tetapi instalasi dilarang dilakukan pada komputer desktop.

Dilaporkan, banyak karyawan Google yang kecewa atas pelarangan digunakannya Windows. Akan tetapi, akan lebih banyak lagi yang kecewa jika Google melarang panggunaan Mac OS.

“Karyawan yang masih tetap ingin memakai Windows harus mendapatkan izin dari atasan yang cukup senior,” kata seorang karyawan. “Bekerja dengan komputer desktop berbasis Windows di kantor Google kini membutuhkan persetujuan Chief Information Officer,” kata karyawan lain. (mt)

 

Diserang Hacker, Google Tak Pakai Windows ; http://teknologi.news.viva.co.id

Benarkah Windows 8 Contek Konsep dari Linux

Microsoft sudah mulai memberi kesempatan pengembang software untuk mencicipi Windows 8 versi awal. Benakah fitur-fiturnya “mencontek” Linux?

Pendapat itu berkeliaran di internet dan ditangkap oleh Sandro Villinger dari ITWorld. Ia memaparkan berbagai fitur Windows 8 yang dituding meniru fitur Linux atau software Open Source lain.

Sebelum melihat beberapa fitur tersebut, perlu diingat bahwa meniru di sini bisa berarti mirip secara fungsi. Sedangkan dari sisi kode penyusunnya hampir pasti dilakukan sendiri-sendiri.

Satu hal lagi, Windows 8 adalah upaya pengembangan sistem operasi. Tak bisa dihindari jika akan ada konsep-konsep tertentu dalam pengembangan sistem operasi yang mirip.

Villinger pun pada kesimpulannya menyatakan: meski ada fitur yang nampak “dipinjam” dari dunia Open Source, pada akhirnya upaya Microsoft dalam Windows 8 adalah upaya mandiri.

Setidaknya ada 8 fitur baru di Windows 8 yang dianggap “meminjam” konsep dari peranti lunak terbuka. Berikut adalah penjelasannya :

File Copy Dialogue

Fitur ini merupakan fitur standar yang dimiliki sistem operasi manapun. Windows 8 akan mengadopsi konsep ini seperti yang terlihat dalam gambar

windows8

Windows 8 menambahkan kemampuan untuk pause, resume, atau stop copy file yang bisa dilakukan secara manual oleh pengguna di masing-masing file.

windows8-2

Fitur serupa sudah pernah diterapkan pada peranti lunak manajemen file Dolphin dan Nautilus yang bersifat Open Source.

ISO Mounting

Di Windows 8, Microsoft akan mengaplikasikan mounting ISO File. Fungsi Windows Explorer ini akan menggantikan peranti pihak ketiga seperti Daemon Tools, Power ISO atau Virtual CloneDrive.

Fungsi semacam ini sudah diterapkan lebih dulu oleh Linux dan Mac.

Windows To Go

Windows To Go adalah menjalankan Windows dari USB Flashdisk. Mau tidak mau fitur ini mengingatkan pada Live CD (lewat CD maupun USB Flashdisk) yang telah diterapkan di berbagai distribusi Linux.

Di Windows 8 fungsi ini hanya tersedia untuk pelanggan Enterprise.

Metro User Interface

Tampilan ala Metro berakar dari tampilan Windows Media Center dan Zune. Konsepnya adalah, satu User Interface untuk berbagai perangkat, PC maupun Tablet.

Banyak pihak di Linux yang sudah mencoba konsep itu, mulai dari Ubuntu hingga GNOME. Tapi harus diakui, belum ada yang tampilannya seperti Metro.

Integrasi Sosial Media

Distro Linux Ubuntu telah lebih dulu mengintegrasikan sosial media dengan desktop. Sejak versi 10.4 ada menu Me yang memungkinkan update status dan cek linimasa dari desktop.

Windows 8 akan menghadirkannya melalui apps seperti Tweet@Rama, Photo Picker dan Socialite.

Mendukung USB 3.0

USB 3.0 telah bekerja dengan baik di Windows 7 berkat dukungan produsen hardware. Di Windows 8, Microsoft menerapkannya sejak awal dan bersifat native.

Linux juga telah memiliki dukungan native pada USB 3.0.

Integrasi Cloud

Dalam Ubuntu 11, layanan Ubuntu One memungkinkan sinkronisasi dengan online back up 5 GB. Windows 8 menggunakan SkyDrive (25GB) untuk layanan sejenis.

Tak lupa, di Apple juga ada iCloud. Jadi memang penyimpanan cloud sedang jadi tren dalam pengembangan sistem operasi.

ReFS

ReFS (Resilient File System, yang dulu dikenal dengan nama kode Protogon) merupakan generasi berikutnya dari sistem file Microsoft.

Konon, sistem file ini mirip dengan Z File System (ZFS) dan B-Tree file system (BtrFS) yang sebelumnya telah dikembangkan di dunia Open Source.

Terlepas dari benar atau tidaknya berbagai tudingan itu, Windows 8 tampaknya berusaha menghadirkan berbagai fitur yang tujuan akhirnya adalah melayani kebutuhan pengguna.

Meniru atau tidak, seharusnya tak perlu jadi polemik berkepanjangan. Seperti kata seniman kondang Pablo Picasso, yang kemudian dikutip Steve Jobs: “Good artists borrow, great artists steal!”